Kajian Teologis Kontekstual Terhadap Tradisi Masso’be’ Sebagai Suatu Ritual Menandai Permulaan Pekerjaan Sawah di Jemaat Solagratia Saludadeko

Penulis

  • Makmur Tore Sekolah Tinggi Teologi Mamasa
  • Rona Novian Sekolah Tinggi Teologi Mamasa

Kata Kunci:

Tradisi Masso’be’, Teologi kontekstual, Ritual

Abstrak

Indonesia dikenal sebagai Negara yang multi kultural dimana ragam kebudayaan dan berbagai tradisi ada di dalamnya. Kebiasaan-kebiasaan ditemukan di dalam lingkungan sosial masyarakat Indonesia, dan bisa dikatakan setiap wilayah Negara Indonesia memiliki kebudayaan atau kebiasaan sendiri. Di dalam kebudayaan-kebudayaan itu juga lahir tradisi dan ritual-ritual yang menjadi ciri khas suatu daerah. Saludadeko, desa Malatiro, kecamatan Tabulahan, kabupaten Mamasa, provinsi Sulawesi Barat adalah salah satu wilayah Indonesia yang kaya akan tradisi, kebiasaan-kebiasaan dan ritual. Salah satu ritual yang masih dipelihara sampai saat ini adalah tradisi Masso’be’. 

Artikel ini berisi uraian tentang kajian teologis kontekstual terhadap ritual permulaan pekerjaan sawah yang ada di Jemaat Solagratia Saludadeko. Banyak ritual yang berkaitan dengan pekerjaan sawah di Saludadeko, tetapi dalam kajian ini hanya akan berfokus pada tradisi Masso’be’ yang menandai pekerjaan sawah akan segera dilakukan. Tradisi masso’be’ merupakan suatu tradisi lama yang walau berasal dari agama suku tetapi masih dijalankan oleh masyarakat Saludadeko yang sudah beragama Kristen.

Dalam tulisan ini, penulis akan berusaha mengkaji dan menguraikan tentang tradisi masso’be’ di Jemaat Solagratia Saludadeko, apakah masih relevan dengan konteks kehidupan gereja saat ini atau tidak. Penulis mengumpulkan data-data menggunakan metode kualitatif, dengan langkah-langkah sebagai berikut; melakukan wawancara dengan nara sumber, melakukan observasi dengan cara mengamati langsung proses ritual tradisi masso’be’ di jemaat, menggunakan buku-buku, artikel, jurnal dan sumber lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini termasuk berdiskusi dengan beberapa orang tua.

Di dalam berteologi tidak baik jika kita hanya berputar-putar di dalam lingkungan gereja dan jemaat, atau hanya tentang Tuhan di dalam Alkitab. Sangat penting kita untuk berteologi di dalam konteks baik sosial, ekonomi, alam dan termasuk kebudayaan dan tradisi. Pentingnya kebudayaan-kebudayaan lokal dan tradisi leluhur untuk hadir di dalam berteologi kontekstual. Tradisi masso’be’ yang ada di Saludadeko merupakan tradisi yang mengajarkan kita akan pentingnya keteraturan di dalam melakukan suatu pekerjaan dan juga pentingnya doa sebagai awal dari rencana pekerjaan umat manusia.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2022-09-29